Minggu, 29 Januari 2023

Tren Teknologi Yang Akan Berkembang Di Masa Depan

Menurut saya tren teknologi yang akan berkembang dimasa depan adalah metaverse. 

Sumber : https://digimind.id/wp-content/uploads/Apa-itu-metaverse2-scaled.jpg

Pengertian Metaverse

Istilah metaverse ini jika dijelaskan secara bahasa maka akan menjadi dua hal, yakni “meta” yang bermakna ‘di luar atau melebihi’, sementara “verse” diartikan sebagai ‘semesta’. Kedua kata tersebut sama-sama berasal dari Bahasa Yunani yang bermakna “di luar semesta” atau “melebihi semesta”. Istilah metaverse pertama kali muncul adalah 30 tahun lalu, tepatnya pada awal tahun 1990-an. Kala itu, metaverse dianggap sebagai sebuah metode yang menghubungkan antara manusia (masyarakat) dengan konsep avatar yang mana sangat menggantungkan pada teknologi.


Dalam hal ini, Metamandrill (2022)  berspekulasi bahwa metaverse adalah konsep penggabungan antara dunia online dengan dunia nyata (secara fisik) guna menciptakan sesuatu yang baru. Konsep metaverse biasanya akan menggunakan perangkat tertentu, di antaranya adalah headset realitas virtual hingga aplikasi augmented reality (AR). Melalui beberapa perangkat tersebut, nantinya kita dapat menjelajah realitas baru dengan lingkungan berbasis 3D alias 3 Dimensi. Itu berarti, konsep metaverse ini hanya dibatasi oleh imajinasi manusia saja.


Perlu diketahui bahwa dalam dunia virtual metaverse ini, terdapat 3 elemen utama yakni:

  1. Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI)
  2. Teknologi Web 3.0
  3. Teknologi Blockchain

Sehingga dapat disimpulkan metaverse adalah dunia virtual 3D yang diciptakan menggunakan teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan video, di mana pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna lain secara virtual.

Kapan Metaverse Menjadi Bahan Perbincangan?

Sumber : https://cdn.britannica.com/99/236599-050-1199AD2C/Mark-Zuckerberg-2019.jpg

Pada akhir Oktober 2021 CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc. Rebranding ini sekaligus untuk memberi sinyal dan merangkul ide-ide futuristik dengan mengangkat istilah metaverse.

Dua bulan setelah penggantian nama, Meta membuat versi beta dari game realitas virtual multiplayer Horizon World, yang dapat diunduh untuk semua orang dewasa di Amerika Serikat (AS) dan Kanada secara gratis.

Horizon Worlds adalah dunia virtual reality avatar yang sebelumnya diluncurkan dalam versi beta tahun lalu. Tetapi hanya pengguna Oculus VR, atas undangan yang dapat bergabung dengan dunia maya. Tapi sekarang, semua orang tanpa undangan bisa mencobanya. Dikutip dari CNBC International, peluncuran Horizon Worlds yang lebih luas merupakan langkah penting bagi Meta untuk pekerjaan metaverse-nya. Dalam Horizon World, perusahaan mengadopsi moniker baru, berdasarkan metaverse dari istilah sci-fi, yang menjelaskan visinya untuk bekerja dan bermain di dunia virtual. 

Namun, seperti yang dijelaskan oleh Horizon World, Anda harus menggunakan headset Oculus VR dari Meta, di mana pengguna dapat membuat avatar tanpa kaki untuk menjelajahi dunia virtual animasi. Di sana, mereka bisa bermain game dan berinteraksi dengan pengguna avatar lainnya.

Tujuan Metaverse

Tujuan dari diciptakannya Metaverse ini adalah untuk menjadi platform komunikasi yang modern dan mempermudah setiap orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bermain, bersosialisasi, bahkan konser secara virtual.

Di metaverse, pengguna dapat melakukan kegiatan apa saja dalam bentuk virtual seperti berkumpul atau mengadakan rapat, bekerja, bermain, mengadakan berbagai acara, mengikuti konser, berbelanja online, hingga membeli sebuah properti digital. Misalnya, pengguna dapat berbelanja online dengan menjajal baju yang diinginkan secara digital di metaverse, kemudian memesannya dan dikirim ke alamat rumah di dunia nyata.

Metaverse bisa menjadi game-changer untuk sistem shift kerja dari rumah atau work from home di tengah kondisi pandemi Covid-19. Alih-alih hanya dapat melihat rekan kerja di kotak panggilan video seperti aplikasi video conference, karyawan bisa bergabung bersama di kantor virtual.

Bagaimana Cara Kerja Metaverse?

Cara kerja metaverse pada dasarnya hampir sama seperti di dunia nyata. Pengguna diharuskan untuk masuk ke dalam dunia virtual terlebih dahulu dengan menggunakan bantuan teknologi yang mendukung AR dan VR.

Untuk melakukan berbagai kegiatan di metaverse, pengguna perlu menggunakan alat tambahan berupa kacamata Virtual Reality (VR) dan sarung tangan berteknologi heptic. Dukungan audio juga bisa saja diperlukan untuk menunjang pengalaman “berkunjung” di metaverse. Kacamata VR, sarung tangan haptic, dan audio bisa menciptakan pengalaman realistik layaknya dunia nyata, seperti melihat pemandangan, mendengar suara, merasakan aneka sentuhan, dan sensasi lainnya.

Setiap pengguna juga memiliki avatar yang dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan. Avatar ini digunakan untuk tampilan diri kamu dalam dunia Metaverse. Jadi pengguna lain akan melihat kamu dengan wujud avatar yang kamu buat. Avatar ini dapat digerakan dengan bebas, sehingga memungkinkan penggunanya untuk berjalan-jalan menelusuri dunia Metaverse.

Metaverse, Teknologi Masa Depan Berpotensi Besar

Sumber : https://i1.rgstatic.net/ii/profile.image/1056518946430977-1628905154681_Q512/Arief-Ramadhan-2.jpg


Dr. Arief Ramadhan selaku Assistant Professor di Doctor of Computer Science Program (DCS) BINUS UNIVERSITY menilai bahwa metaverse adalah teknologi yang mempunyai potensi besar. Bahkan beberapa ahli dari luar negeri mengatakan bahwa metaverse akan menjadi “next big thing”. Sama seperti kemajuan teknologi pada umumnya, metaverse ini berpeluang memudahkan manusia dalam melakukan banyak hal. Namun, perlu diingat juga bahwa setiap kemajuan teknologi akan datang bersamaan dengan ancaman digital.

Untuk itu, Dr. Arief juga menyarankan agar Indonesia mulai melakukan riset lebih lanjut terkait perkembangan metaverse. Baginya, Indonesia memiliki prospek yang baik jika berani melakukan riset terkait dunia virtual ini. Apalagi, metaverse sendiri masih terbilang anyar di perkembangan dunia digital. Masih memerlukan lebih banyak penelitian agar dunia virtual ini lebih sempurna nantinya.

Kesimpulan

Metaverse akan menjadi dunia virtual dimana kita bisa berinteraksi dengan orang lain dalam dunia 3D sehingga kita bisa merasakan pengalaman fisik seperti di dunia nyata melalui karakter avatar yang sudah kita buat masing-masing. Tanpa bertemu tatap muka secara langsung merubah cara bersosialisasi manusia dengan hanya mengandalkan alat teknologi saja, mampu berinteraksi tanpa batas ruang dan waktu menjadikan dunia terasa semakin dekat dan sempit. Dengan hal ini kita bisa berkenalan dengan orang yang berada di luar negeri tanpa harus pergi ke negara orang tersebut, dalam metaverse membuat seseorang tidak mempedulikan dari mana mereka berasal karena mereka berinteraksi dengan avatar sehingga tampilan diri kita mirip satu sama lain dalam wujudnya.

Meskipun hanya sebatas imajinasi saja karena penggunaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), pengalaman yang disuguhkan tentu sangat menarik mengingat tubuh avatar kita mampu digunakan seperti tubuh asli kita dalam dunia nyata. Tidak sedikit orang-orang yang ingin merasakan bagaimana rasanya jiwa kita masuk ke suatu tubuh yang lain (avatar) dan beraktivitas layaknya manusia biasa. Lalu dunia yang ditawarkan dalam dunia 3D apakah bisa menunjukkan dunia yang lebih atraktif dari dunia nyata akan menjadi poin penting dalam menarik banyak orang untuk ingin berpartisipasi didalamnya.

Jika metaverse berkembang lebih lanjut lagi, tentunya hal ini akan menjadi tren yang digandrungi oleh banyak orang. Orang-orang akan berlomba-lomba untuk bisa berpartisipasi dalam metaverse karena tidak ingin menjadi orang yang ketinggalan jaman, setiap orang pastinya akan mempelajari setiap fitur dan kegunaannya demi tujuan masing-masing. Apalagi didalam dunia dimana kita bisa melakukan apapun tanpa batas ruang dan waktu memungkinkan kita bisa mengeksplorasi apapun didalamnya.


Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pre Test Praktikum Komputasi Big Data

Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...