Jumat, 15 Oktober 2021

Digital Etiquette (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Etiquette?

https://www.shutterstock.com/image-illustration/netiquette-polite-online-behavoir-web-etiquette-1282363534


Digital etiquette atau netiquette adalah etika dalam berkomunikasi lewat internet. Netiquette memiliki fungsi yang sama di dalam lingkungan sosial manusia, tata krama atau sopan santun yang harus diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Pengetahuan etika dalam menggunakan internet akan meminimalisir adanya dampak negatif dari penggunaan internet.


Sosok Reemar Martin, Artis TikTok Filipina yang Diserang Netizen Indonesia

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/04/28/463a3e8f-7c30-4dcd-bab8-48af130e7b66.jpeg?w=600&q=90

Artis TikTok asal Filipina Reemar Martin dibanjiri ujaran kebencian dari netizen Indonesia terutama wanita. Namanya jadi perbincangan karena diduga banyak wanita Indonesia tak senang jika pacarnya mengidolakan Reemar Martin.

Sosok Reemar Martin dengan parasnya yang cantik membuat dirinya populer di TikTok dan dikagumi pria. Para pria Indonesia yang mengidolakan kecantikan Reemar Martin ini lah dinilai sebagai penyebab dirinya dibenci oleh wanita Indonesia.

Pacar pria yang mengidolakan Reemar Martin ini merasa cemburu. Wanita Indonesia membenci Reemar Martin karena sosoknya membuat hubungan asmara dengan pacarnya berantakan.

“Pakai pelet ya lu?” komentar netizen Indonesia. “Eh inget ya gue ada dendam sama lu,” tambah lainnya. “Fansnya orang Indo semua, tanpa orang Indo bisa apa lu,” imbuh lainnya.

Tak sedikit dari netizen Indonesia mereport akun media sosial Reemar Martin hingga membuat media sosialnya keblokir. Reemar pun terpaksa harus membuat Facebook dan Instagram baru serta meminta netizen agar tak mereport akunnya lagi.

Banyak netizen Indonesia lainnya menyayangkan rekan satu negara yang menghujat dan membenci Reemar Martin karena kecantikan yang dimilikinya. Tak sedikit dari mereka juga merasa malu. “Maafin cewek Indo ya, mereka yang hate comment gue yang malu,” komentar netizen.

Pendapat Ahli

Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Malang Yudi Suharsono, M.Si memberikan tanggapannya.

Menurut Yudi, faktor para netizen membully Reemar disebabkan belum adanya kematangan diri dari yang bersangkutan.

Pasalnya, seseorang yang menggemari dan membenci suatu hal harus memahami tingkat batasannya.

"Faktornya terdapat pada kematangan diri yang bersangkutan."

"Artinya seseorang yang menjadi gemar atau benci pada suatu hal, harusnya mengingat kembali pada batasnya," ujar Yudi

Dosen Fakultas Psikologi itu menuturkan, orang yang berlebihan membully public figure bisa dikatakan belum dewasa.

"Kalau orang dewasa harusnya bisa membedakan, menempatkan mana yang harus dilakukan secara proporsional dan tidak berlebih," ungkapnya.

Yudi menilai, tindakan menyerang public figure secara berlebihan, bisa jadi karena adanya faktor kepribadian yang mempengaruhi.

"Kalau sudah berlebih pasti ada sesuatu yang tidak pas atau salah pada dirinya."

"Bisa jadi itu kepribadiannya dia, seperti memiliki sindrom tertentu," tutur dia.

Kendati demikian, Yudi menegaskan, tindakan pembullyan yang dilakukan warganet Indonesia tidak bisa dibenarkan.

"Dimana pun, pembullyan itu suatu perbuatan yang tidak dibenarkan."

"Sebab bisa menimbulkan sakit hati dan kekecewaan," pungkasnya.

Pendapat Pro

Dalam berinteraksi di sosial media etika yang harus dilakukan adalah bersikap positif. Sikap positif ini meliputi akun yang diikuti serta informasi yang didapat dan diberikan. Penggunaan tutur kata di media sosial harus menggunakan kalimat yang sopan. Menghindari mengunggah informasi dan data pribadi hingga memastikan informasi yang dibagikan valid.

Apapun yang diunggah di media digital menjadi rekam digital kita dan dapat diakses siapapun, termasuk oleh generasi kita di kemudian hari. Dampak rekam jejak digital akan berpengaruh pada beberapa hal, seperti karier, relasi personal, pergaulan sosial, citra di masyarakat, dan keamanan. Oleh karena itu, kita harus bijak berinteraksi sebagai individu dan warga negara yang baik.

Pendapat Kontra

Kemudahan akses informasi akan menjadikan masyarakat untuk mengeluarkan opini dan pendapat serta informasi personalnya kepada masyarakat lain dan dapat menanggapi pula konten dari netizen lainnya, fenomena ini disebut dengan budaya partisipasi.

Budaya partisipasi di masyarakat informasi ini mengakibatkan impaksi yang mana masyarakat internet atau netizen dapat memproduksi dan mendistribusi informasi dan dapat memegang control sendiri. Masyarakat akan seolah bebas dalam mengkontruksikan dan merepresentasikan dirinya sendiri di internet dan media sosial. Fenomena kebebasaan dalam produksi dan pendistribusian informasi dalam internet dan media sosial menyebabkan konten informasi yang tersebar tidak dapat untuk dikendalikan dan seolah tidak ada batasan yang mengatur.



Sumber:

https://poskita.co/2020/05/11/netiket-pentingnya-etika-di-dunia-maya/

https://wolipop.detik.com/foto-entertainment/d-4994801/sosok-reemar-martin-artis-tiktok-filipina-yang-diserang-netizen-indonesia/7

https://www.tribunnews.com/seleb/2020/04/29/viral-artis-tiktok-filipina-reemar-martin-dibully-netizen-indonesia-psikolog-ungkap-faktor-penyebab?page=3

https://www.industry.co.id/read/90365/netiket-pentingnya-etika-di-dunia-maya

https://biz.kompas.com/read/2021/07/22/103536128/pentingnya-etika-dalam-bermedia-sosial-agar-jejak-digital-tetap-positif

http://dip.fisip.unair.ac.id/id_ID/kebebasan-berekspresi-dan-berpendapat-serta-regulasi-yang-mengaturnya-dalam-masyarakat-informasi-di-indonesia/

Selasa, 12 Oktober 2021

Digital Commerce (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

 

Apa Itu Ecommerce?

Apa itu ecommerce? Electronic commerce atau ecommerce adalah segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik. Meskipun sarananya meliputi televisi dan telepon, kini ecommerce lebih sering terjadi melalui internet.

Karena pengertian e-commerce tersebut, terkadang ada kesalahpahaman tentang ecommerce dan marketplace. Istilah ecommerce digunakan untuk mendeskripsikan semua transaksi yang memakai media elektronik.

Marketplace sendiri adalah salah satu model ecommerce, di mana ia berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Penjual yang berdagang di marketplace hanya perlu meladeni pembelian. Semua aktivitas lain seperti pengelolaan website sudah diurus oleh platform tersebut.  Situs-situs seperti Shopee dan Lazada adalah dua contoh marketplace.

Cerita Korban Penipuan di Lazada, Uang Jutaan Melayang



Kasus penipuan saat belanja online terjadi lagi. Kali ini dialami pengguna Lazada, uang jutaan rupiah pun melayang.
Kejadian tersebut dialami pasangan suami istri Steven dan Andrea. Lantaran baru menempati rumah baru, mereka ingin mengisi dengan perangkat rumah tangga.
Lantaran kerap di-bombardir iklan diskonan, keduanya pun memilih beli perangkat yang dibutuhkan di Lazada awal Mei lalu.

"Kita belanja banyak barang rumah tangga, salah satunya vacuum cleaner. Total belanja Rp 4,8 jutaan," kata Andrea.

Setelah proses membayar selesai, Steven mengaku ditelpon seseorang yang mengaku dari Lazada. Dia diminta untuk melakukan konfirmasi terkait pengiriman barang.

"Dia bilang karena produk diskon dibutuhkan konfirmasi lagi, benar atau tidak," kata Steven.

Dia kemudian dikirimkan link di bagian chat dengan penjual. Tanpa curiga, Steven mengklik link tersebut.

Tak berapa lama, sang penjual menginformasikan adanya pembatalan massal dari Lazada dan menanyakan soal OTP. Di sinilah kecurigaan Steven timbul, mekin kuat setelah melihat alasan pembatalan karena pembeli berubah pikiran dan ada permintaan refund ke nomor rekening yang tidak dikenal.

Steven pun langsung melapor ke Lazada setengah jam setelah transaksi. Sayangnya meski ditanggapi oleh bagian customer service dan dijanjikan investigasi, dua bulan berlalu tidak ada solusi.

"Kami malah mendapat email refund telah telah terjadi, tapi nggak tau ke rekening mana. Setidaknya dari sana kita bisa lacak agar pihak kepolisian mengungkap," ujar Steven kesal.

"Pas ditanya nomor rekening refund nggak pernah jawab. Malah dapat pesan kejadian ini menjadi pelajaran buat kami," timpal Andrea geram.

Akhirnya pasangan suami istri ini melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Keduanya berharap kasus penipuannya dapat diusut tuntas.

"Untuk berharap uang kembali sih masih fifty-fifty-kan. Saya sih berharapnya orang-orang lebih aware kalau belanja online di sini. Lazada pun jangan tutup mata dengan kasus seperti ini, karena complain kami selalu disepelein," tutur Andrea.

Usai membuat laporan, Steven dan Andrea mendapatkan fakta mengejutkan. Ternyata banyak korban lain yang mengalami kasus serupa.

Kagetnya lagi ternyata banyak forum dan komunitas korban penipuan di Lazada. Steven dan Andrea pun saling bertukar pikiran tentang kasus masing-masing.

"Ada yang cerita beli mesin obras dan mesin jahit, karena yang dia punya rusak. Malah tertipu, jadi dia tidak bisa menjahit lagi padahal penghasilannya dari situ. Akhirnya dia membuat forum itu (korban penipuan Lazada)," ungkap Andrea.

"Kasian juga orang-orang (korban) diginiin terus. Ceritanya lumayan mirip, ada yang di luar daerah dan uangnya melayang tidak kembali," tambah Steven.

Pendapat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tentang Lazada

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut pengaduan konsumen umum atau non umroh terbesar sepanjang tahun 2017 menyasar pada belanja daring. Kontribusi pengaduannya mencapai 16 persen dari total 642 pengaduan.

Pengurus Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Abdul Basith mengatakan, porsi pengaduan terhadap belanja daring tersebut meningkat dari tahun 2016 yang hanya sembilan persen.


"Lazada menduduki peringkat nomor satu, pengaduannya sebesar 18 aduan," ucap Abdul.

Dalam hal ini, masalah barang yang belum sampai ke tangan konsumen menjadi masalah utama pengaduan belanja daring sepanjang tahun lalu. Dari total pengaduan, masalah itu memiliki porsi 36 persen.

Menurut Abdul, masyarakat mengeluhkan perihal barang yang belum sampai, proses refund, cacat produk, lambatnya respons customer service, dan dugaan penipuan.

"Bahkan akunnya di hack atau chat di website tidak dibalas ketika bertanya atau komplain," ungkap Abdul. 

Pendapat Pro Lazada

1.  Cod tanpa banyak syarat, bahkan belanja dibawah 10 ribu aja bisa cod tanpa biaya tambahan.


2.  Ongkir relatif lebih murah dibanding marketplace lain.


3.  Banyak promo, untuk free ongkir ada dari Lazada dan ada juga promo dari penjual. Tapi kalau promo dari penjual biasanya batas minimal belanja lebih besar.

4.  Tidak perlu konfirmasi pesanan dan konfirmasi pembayaran. Jika pilih COD maka cukup buat pesanan sampai selesai dan tunggu penjual mengemas pesanan kita. Jika bayar pakai kartu debit, kartu kredit, bank transfer, Indomaret, Alfamart semua otomatis terkonfirmasi setelah pembayaran sukses.


Pendapat Kontra Lazada

1.  Proses pengiriman relatif lama, karena seller harus terlebih dahulu mengirimkan pesanan ke gudang Lazada untuk dipacking langsung oleh pihak Lazada, setelah itu baru masuk ke ekspedisi.


2.  Tidak bisa batalkan pesanan untuk mengganti metode pembayaran. Contoh saya awalnya pilih bayar via Bank Transfer BCA, tapi karena ada kendala akhirnya mau ganti via Bank Transfer Mandiri atau bahkan COD. Maka ini tidak bisa kita lakukan kecuali sudah membayar pesanan tersebut. Solusinya tidak bayar pesanan supaya batal otomatis setelah 24 jam. Baru buat pesanan baru dengan metode pembayaran baru.


3.  Tidak bisa pilih kurir, baik pembeli maupun penjual. Semua ditentukan pihak Lazada.


4.  Hari Minggu tidak ada pengambilan paket / drop paket oleh penjual karena kurirnya libur, ini juga yang buat pesanan Lazada lama sampai.


5.  Tidak ada warning jika pesanan dobel, banyak pembeli baru kadang tidak menyadari ketika sudah buat pesanan dengan metode bayar di tempat kemudian klik buat pesanan lagi, akhirnya dobel order. Biasanya ini terjadi karena pesanan yang baru dibuat tidak langsung terlihat oleh pembeli.




Sumber:


https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/

https://inet.detik.com/security/d-5078857/cerita-korban-penipuan-di-lazada-uang-jutaan-melayang

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180119144103-185-270193/ylki-lazada-nomor-1-paling-banyak-dikeluhkan

Jawaban untuk Apa kelebihan dan kekurangan Lazada? oleh Rahma Sarita https://id.quora.com/Apa-kelebihan-dan-kekurangan-Lazada/answer/Rahma-Sarita-2?ch=15&oid=257705912&share=061e216d&srid=MlNhu&target_type=answer

Jawaban untuk Apa kelebihan dan kekurangan Lazada? oleh Anzil Nugroho https://id.quora.com/Apa-kelebihan-dan-kekurangan-Lazada/answer/Anzil-Nugroho-1?ch=15&oid=256192971&share=28f127c4&srid=MlNhu&target_type=answer




Pre Test Praktikum Komputasi Big Data

Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...