Jumat, 15 Oktober 2021
Digital Etiquette (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)
Selasa, 12 Oktober 2021
Digital Commerce (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)
Apa Itu Ecommerce?

Apa itu ecommerce? Electronic commerce atau ecommerce adalah segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik. Meskipun sarananya meliputi televisi dan telepon, kini ecommerce lebih sering terjadi melalui internet.
Karena pengertian e-commerce tersebut, terkadang ada kesalahpahaman tentang ecommerce dan marketplace. Istilah ecommerce digunakan untuk mendeskripsikan semua transaksi yang memakai media elektronik.
Marketplace sendiri adalah salah satu model ecommerce, di mana ia berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Penjual yang berdagang di marketplace hanya perlu meladeni pembelian. Semua aktivitas lain seperti pengelolaan website sudah diurus oleh platform tersebut. Situs-situs seperti Shopee dan Lazada adalah dua contoh marketplace.
Cerita Korban Penipuan di Lazada, Uang Jutaan Melayang
Kasus penipuan saat belanja online terjadi lagi. Kali ini dialami pengguna Lazada, uang jutaan rupiah pun melayang.
Kejadian tersebut dialami pasangan suami istri Steven dan Andrea. Lantaran baru menempati rumah baru, mereka ingin mengisi dengan perangkat rumah tangga.
Lantaran kerap di-bombardir iklan diskonan, keduanya pun memilih beli perangkat yang dibutuhkan di Lazada awal Mei lalu.
"Kita belanja banyak barang rumah tangga, salah satunya vacuum cleaner. Total belanja Rp 4,8 jutaan," kata Andrea.
Setelah proses membayar selesai, Steven mengaku ditelpon seseorang yang mengaku dari Lazada. Dia diminta untuk melakukan konfirmasi terkait pengiriman barang.
"Dia bilang karena produk diskon dibutuhkan konfirmasi lagi, benar atau tidak," kata Steven.
Dia kemudian dikirimkan link di bagian chat dengan penjual. Tanpa curiga, Steven mengklik link tersebut.
Tak berapa lama, sang penjual menginformasikan adanya pembatalan massal dari Lazada dan menanyakan soal OTP. Di sinilah kecurigaan Steven timbul, mekin kuat setelah melihat alasan pembatalan karena pembeli berubah pikiran dan ada permintaan refund ke nomor rekening yang tidak dikenal.
Steven pun langsung melapor ke Lazada setengah jam setelah transaksi. Sayangnya meski ditanggapi oleh bagian customer service dan dijanjikan investigasi, dua bulan berlalu tidak ada solusi.
"Kami malah mendapat email refund telah telah terjadi, tapi nggak tau ke rekening mana. Setidaknya dari sana kita bisa lacak agar pihak kepolisian mengungkap," ujar Steven kesal.
"Pas ditanya nomor rekening refund nggak pernah jawab. Malah dapat pesan kejadian ini menjadi pelajaran buat kami," timpal Andrea geram.
Akhirnya pasangan suami istri ini melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Keduanya berharap kasus penipuannya dapat diusut tuntas.
"Untuk berharap uang kembali sih masih fifty-fifty-kan. Saya sih berharapnya orang-orang lebih aware kalau belanja online di sini. Lazada pun jangan tutup mata dengan kasus seperti ini, karena complain kami selalu disepelein," tutur Andrea.
Usai membuat laporan, Steven dan Andrea mendapatkan fakta mengejutkan. Ternyata banyak korban lain yang mengalami kasus serupa.
Kagetnya lagi ternyata banyak forum dan komunitas korban penipuan di Lazada. Steven dan Andrea pun saling bertukar pikiran tentang kasus masing-masing.
"Ada yang cerita beli mesin obras dan mesin jahit, karena yang dia punya rusak. Malah tertipu, jadi dia tidak bisa menjahit lagi padahal penghasilannya dari situ. Akhirnya dia membuat forum itu (korban penipuan Lazada)," ungkap Andrea.
"Kasian juga orang-orang (korban) diginiin terus. Ceritanya lumayan mirip, ada yang di luar daerah dan uangnya melayang tidak kembali," tambah Steven.
Pendapat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tentang Lazada
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut pengaduan konsumen umum atau non umroh terbesar sepanjang tahun 2017 menyasar pada belanja daring. Kontribusi pengaduannya mencapai 16 persen dari total 642 pengaduan.
"Lazada menduduki peringkat nomor satu, pengaduannya sebesar 18 aduan," ucap Abdul.
Dalam hal ini, masalah barang yang belum sampai ke tangan konsumen menjadi masalah utama pengaduan belanja daring sepanjang tahun lalu. Dari total pengaduan, masalah itu memiliki porsi 36 persen.
Menurut Abdul, masyarakat mengeluhkan perihal barang yang belum sampai, proses refund, cacat produk, lambatnya respons customer service, dan dugaan penipuan.
"Bahkan akunnya di hack atau chat di website tidak dibalas ketika bertanya atau komplain," ungkap Abdul.
Pendapat Pro Lazada
1. Cod tanpa banyak
syarat, bahkan belanja dibawah 10 ribu aja bisa cod tanpa biaya tambahan.
2. Ongkir relatif lebih murah
dibanding marketplace lain.
3. Banyak promo, untuk free ongkir ada dari Lazada dan ada juga promo dari penjual. Tapi kalau promo dari penjual biasanya batas minimal belanja lebih besar.
4. Tidak perlu konfirmasi
pesanan dan konfirmasi pembayaran. Jika pilih COD maka cukup buat pesanan sampai
selesai dan tunggu penjual mengemas pesanan kita. Jika bayar pakai kartu debit,
kartu kredit, bank transfer, Indomaret, Alfamart semua otomatis terkonfirmasi
setelah pembayaran sukses.
Pendapat Kontra Lazada
1. Proses pengiriman relatif lama, karena seller harus terlebih dahulu mengirimkan pesanan ke gudang Lazada untuk dipacking langsung oleh pihak Lazada, setelah itu baru masuk ke ekspedisi.
2. Tidak bisa batalkan
pesanan untuk mengganti metode pembayaran. Contoh saya awalnya pilih bayar via
Bank Transfer BCA, tapi karena ada kendala akhirnya mau ganti via Bank Transfer
Mandiri atau bahkan COD. Maka ini tidak bisa kita lakukan kecuali sudah membayar
pesanan tersebut. Solusinya tidak bayar pesanan supaya batal otomatis setelah
24 jam. Baru buat pesanan baru dengan metode pembayaran baru.
3. Tidak bisa pilih kurir, baik pembeli maupun penjual. Semua ditentukan pihak Lazada.
4. Hari Minggu tidak ada pengambilan paket / drop paket oleh penjual karena kurirnya libur, ini juga yang buat pesanan Lazada lama sampai.
5. Tidak ada warning jika pesanan dobel, banyak pembeli baru kadang tidak menyadari ketika sudah buat pesanan dengan metode bayar di tempat kemudian klik buat pesanan lagi, akhirnya dobel order. Biasanya ini terjadi karena pesanan yang baru dibuat tidak langsung terlihat oleh pembeli.
Sumber:
https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/
https://inet.detik.com/security/d-5078857/cerita-korban-penipuan-di-lazada-uang-jutaan-melayang
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180119144103-185-270193/ylki-lazada-nomor-1-paling-banyak-dikeluhkan
Jawaban untuk Apa kelebihan dan kekurangan Lazada? oleh Rahma Sarita https://id.quora.com/Apa-kelebihan-dan-kekurangan-Lazada/answer/Rahma-Sarita-2?ch=15&oid=257705912&share=061e216d&srid=MlNhu&target_type=answer
Jawaban untuk Apa kelebihan dan kekurangan Lazada? oleh Anzil Nugroho https://id.quora.com/Apa-kelebihan-dan-kekurangan-Lazada/answer/Anzil-Nugroho-1?ch=15&oid=256192971&share=28f127c4&srid=MlNhu&target_type=answer
Pre Test Praktikum Komputasi Big Data
Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...
-
Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...
-
Apa Itu Digital Health & Wellness? https://www.samanthamarketing.com/wp-content/uploads/2018/07/Digital-1.png Digital Health & Welln...
-
Apa Itu Digital Security Digital security adalah istilah kolektif yang menjelaskan sumber daya yang digunakan untuk melindungi identitas onl...