Sabtu, 25 Desember 2021

Digital Access (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Access ?

Digital access adalah kemampuan untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat digital. Ini termasuk akses ke alat dan teknologi, seperti Internet dan komputer, yang memungkinkan partisipasi penuh. Keterbukaan dan kesempatan yang diberikan kepada warga negara yang lebih terbuka di dunia digitalisasi. Dimana teknologi menawarkan efisiensi yang lebih efektif dan efisien.

Contoh Kasus Digital Access

Minimnya Akses Internet Jadi Kendala Pembelajaran Daring di Daerah Terpencil

Dunia pendidikan mengalami perubahan sejak adanya pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka antara guru dan murid diganti dengan pembelajaran secara daring. Implementasi pembelajaran jarak jauh antara guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Ismiyati (55) Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Tuksongo yang berlokasi di Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringasurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengungkapkan, lokasi tempat ia mengajar terpencil dan jauh dari jalan raya, lokasi sekolah berjarak sekitar 10 Kilometer dari Kecamatan Pringsurat dengan akses jalan melewati perbukitan. Jaringan internet yang minim menjadi kendala untuk melaksanakan KBM secara daring.

“Belum ada jaringan internet yang memadai, kalau mau melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara daring kami masih mengalami kesulitan,” ungkapnya saat ditemui Tim Media Center, Kamis (13/08/2020).

Ismiyati mengungkapkan, saat ini ia beserta 7 orang tenaga pendidik lainya memanfaatkan jaringan internet dari sekolah lain yang jaraknya kurang lebih 1 Kilometer dari sekolah tempat mereka mengajar.

“Saat ini masih nebeng (ikut menggunakan) internet di SD lain, yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer dari sekolah kami. Di tempat kami hanya ada salah satu jaringan provider saja yang terkadang bisa digunakan untuk akses internet, tapi kalau terkendala cuaca sinyalnya sering hilang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini ada 54 siswa di sekolahnya. Semenjak adanya pandemi Covid-19, KBM dilakukan dengan mengumpulkan beberapa siswa di beberapa titik lokasi dengan jumlah tiap kelompok 5 sampai 10 siswa dengan jadwal pembelajaran 2 kali dalam 1 minggu. Hal ini dilakukan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung yang menerapkan pembatasan maksimal 18 orang per kelompok.

“Kita datangi tiap kelompok untuk memberikan penjelasan kepada siswa. Sementara kami tidak memberikan tugas terlalu banyak kepada siswa karena terkadang wali murid ada yang mengeluh saat diberi tugas terlalu banyak,” ungkapnya.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, akses internet dibutuhkan untuk mengirim data seperti DAPODIK yang dilakukan secara online, akan tetapi semenjak adanya pandemi akses internet semakin dibutuhkan untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara daring.

Ismiyati menambahkan, saat ini sekolahnya sedang mengajukan permohonan pemasangan jaringan internet ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Temanggung

“Sebelumnya kami mengakses internet dengan menggunakan kuota namun dengan keadaan dana BOS yang minim karena jumlah siswa kita yang sedikit kami berisiatif untuk mengajukan pemesangan internet di ke Dinkominfo, ” pungkasnya.

Pendapat Para Ahli

1. Menurut Gunawan (2012:4) Akses informasi adala sistem berbasis komputer yang menggabungkan sistem inforamsi akuntansi dan sistem padat pengetahuan dalam memberikan iformasi yang berkualitas dan pengetahuan yang memadai.

2. Menurut Jeager, Burnett dan Thompson (2011:14) dalam jurnal Kadek Indah Ratnaningsih I Gusti Ngurah Agung Suaryana (2014:18) akses informasi adalah termasuk akses terhadap struktur fisik yang mengandung informasi, struktur elektronik yang berisi informasi dan 
panduan dalam memperoleh informasi.

3. Menurut Depkominfo, akses informasi adalah kemudahan yang diberikan kepada seseorang atau masyarakat untuk memperoleh informasi publik yang dibutuhkan.


Pendapat Pro
Pemerintah seharusnya membangun fasilitas internet untuk desa-desa terpencil karena internet dibutuhkan dalam pembelajaran daring. Tanpa internet desa-desa tersebut akan sulit melaksanakan pembelajaran daring yang mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar.

Pendapat Kontra
Membangun fasilitas internet di desa-desa terpencil membutuhkan biaya. Jadi harap dimaklumi kalau desa-desa tersebut terlambat dalam mendapatkan akses internet.






Sumber :

http://laurabiancoedtech.weebly.com/digital-access.html

https://penerbitbukudeepublish.com/kewarganegaraan-digital/

https://mediacenter.temanggungkab.go.id/berita/detail/minimnya-akses-internet-jadi-kendala-pembelajaran-daring-di-daerah-terpencil

https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2025/8/12.%20UNIKOM_AZHAR%20HADI_BAB%20II.pdf

https://text-id.123dok.com/document/rz3nw87eq-pengertian-akses-informasi-akses-informasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pre Test Praktikum Komputasi Big Data

Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...