Selasa, 28 Desember 2021

Digital Integrity (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

 Apa Itu Digital Integrity ?

Digital integrity adalah konkretisasi perlindungan martabat manusia dalam hal ancaman spesifik yang ditimbulkan oleh teknologi digital. Ini berfungsi untuk mempromosikan definisi substansial tentang apa yang seharusnya menjadi kebebasan dan bagaimana kebebasan ini berkaitan dengan perlindungan privasi dalam masalah informasi.


Contoh Kasus


Remaja di Jember Diperkosa dan Diancam Video Mesum Disebar


Fajar (20) warga Sukorambi harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan memperkosa seorang gadis di bawah umur di Jember.

Kanit Reskrim Polsek Sukorambi Aipda Teguh Siswanto, kasus itu terjadi tanggal 9 Agustus 2021 lalu.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka F (Fajar) menjemput korban di depan gang rumahnya dengan mengendarai sepeda motor," kata Teguh, Jumat (1/10/2021).

Saat itu, lanjut Teguh, korban terpaksa ikut karena diancam oleh tersangka. Tersangka mengancam akan menyebar video mesum korban yang pernah dibuat oleh korban saat berpacaran dengan orang lain.

Polisi sendiri belum mengetahui bagaimana tersangka tahu atau mempunyai video mesum korban. Ataukah itu hanya alasan korban saja untuk mengancam korban.

"Tersangka mengancam korban akan menyebarkan video mesumnya waktu korban pacaran dengan orang lain. Karena takut, akhirnya korban pun ikut," jelasnya.

Korban lalu diajak jalan-jalan oleh tersangka. Sekitar pukul 20.45 WIB, keduanya berhenti dan nongkrong di lapangan belakang Puskesmas Sukorambi.

"Saat kondisi sekitar sepi, korban diajak jalan kaki dekat lapangan. Kemudian, tersangka memperkosa korban," ungkap Teguh.

Usai melakukan hubungan layaknya suami istri itu, korban diajak ke rumah tersangka. Ternyata, di rumah itu korban kembali diperkosa.

"Setelah pukul 23.00 WIB, tersangka mengantarkan korban pulang. Diantarkan dan diturunkan di depan gang rumahnya," kata Teguh.

Kasus itu akhirnya terungkap saat korban mencuci celana dalamnya (CD) sendiri. Selama ini, kata Teguh, pakaian korban selalu dicuci oleh ibunya.

"Nah, karena korban mencuci celana dalamnya sendiri, ibunya curiga. Kemudian korban didesak hingga akhirnya dia cerita sudah diperkosa oleh tersangka," kata Teguh.

Setelah mendapat pengakuan itu, orang tua korban melapor ke polisi. Namun saat polisi mengirimkan surat panggilan, tersangka melarikan diri.

"Tapi Alhamdulilah, kemarin pagi tersangka berhasil kita tangkap dan dia mengakui semua perbuatannya," kata Teguh.



Pendapat Ahli

1. Dr. Kenneth Boa (President dari Reflections Ministries, Atlanta) menggambarkan integritas sebagai lawan langsung dari kemunafikan. Ia mengatakan, bahwa seorang munafik tidaklah qualified untuk membimbing orang-orang lain guna mencapai karakter yang lebih tinggi.

2. Menurut Ippho Santoso, integritas sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh-penuhnya.

3. Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

4. Menurut Jacobs (2004), Integritas menekankan konsisten moral, keutuhan pribadi, atau kejujuran. 

5. Menurut Butler dan Cantrell (1984, di dalam Hosmer, 1995) mengartikan integritas sebagai reputasi dapat dipercaya dan jujur dari seseorang untuk menjelaskan istilah  “kepercayaan”  di  dalam  konteks  organisasi.


Pendapat Pro

Warga digital harus berhati-hati dalam mengakses sebuah website, pastikan website yang dikunjungi merupakan website yang resmi dan kredibel sehingga tidak terjebak dengan website palsu yang menyerupai website aslinya.


Pendapat Kontra

Warga digital tidak perlu berhati-hati dengan website palsu karena jika sesuatu yang buruk terjadi kepada kita langsung lapor polisi saja, polisi bisa melacak oknum yang memakai data pribadi kita.






Sumber:

https://surabayapagi.com/read/remaja-di-jember-diperkosa-dan-diancam-video-mesum-disebar

https://kkp.go.id/brsdm/bdasukamandi/artikel/19129-makna-sebuah-integritas#:~:text=Menurut%20Jacobs%20(2004)%2C%20Integritas,kepercayaan%E2%80%9D%20di%20dalam%20konteks%20organisasi.

Sabtu, 25 Desember 2021

Digital Law (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Law ?

Cybercrime adalah tindak kejahatan yang menggunakan teknologi seperti misalnya internet dan komputer dalam aksinya. Sedangkan digital law adalah sebuah aturan atau dasar hukum yang dibuat untuk melakukan pencegahan atau menangani cybercrime atau kejahatan dengan menggunakan sarana elektronik atau internet.


Contoh Kasus

Dua Rumah Sakit di Jakarta Kena Serangan Ransomware WannaCry


Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menyebut dua rumah sakit di Jakarta menjadi korban serangan siber ransomware WannaCry, yang juga melanda dunia.

Dua rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.

“Berdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Dengan adanya serangan siber ini kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia siber,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (13/5).

Ransomware yang menyerang kedua rumah sakit itu, berjenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer atau mengenkripsi semua data yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Guna membuka kembali data tersebut, korban harus membayar tebusan dalam bentuk Bitcoin.

“Ini sungguh kejam,” kata Presiden Direktur Rumah Sakit Dharmais Abdul Kadir kepada Reuters.

Dia menyebut nyaris semua komputer di rumah sakit terpengaruh. Ransonmware itu mengunci semua data dan mengganggu sistem teknologi informasi yang menyimpan seluruh data kesehatan pasien juga catatan pembayaran rumah sakit.

Saat ini, RS Dharmais tengah berupaya menginstal ulang sistem untuk membuat komputer dan server kembali beroperasi. Dia berharap proses tersebut cepat selesai karena kini rumah sakit beroperasi tanpa sistem TI.

Pendapat Ahli

1. Leon Dugult merupakan ahli hukum asal Prancis. Menurutnya, hukum adalah tingkah laku para anggota masyarakat yang harus dipatuhi sebagai jaminan kepentingan bersama.

2. Soeroso berpendapat, pengertian hukum adalah himpunan peraturan yang dibuat oleh pihak berwenang dengan tujuan mengatur tata kehidupan masyarakat. Karakteristik dari hukum adalah memerintah, melarang, serta memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukum yang mengikat bagi siapa pun yang melanggar.

3. Girasa (2002), mendefinisikan cybercrime sebagai aksi kegiatan yang menggunakan teknologi komputer sebagai komponen utama.

4. Tavani (2000) memberikan definisi cybercrime, yaitu : kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber.

Pendapat Pro

Tindak kejahatan yang terjadi di internet merupakan tindakan yang dikecam karena telah melanggar hukum, untuk para pelanggar harus diberi sanksi yang berat agar kejadian kejahatan di internet tidak terjadi lagi dimasa depan.

Pendapat Kontra

Pihak yang melakukan serangan di internet merupakan hal yang bagus dilakukan karena dengan hal ini sistem keamanan di internet akan meningkat, tanpa mereka sistem keamanan di internet tidak akan meningkat dengan signifikan.








Sumber:

https://blog.justika.com/tag/digital-law-di-indonesia/

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170513191519-192-214642/dua-rumah-sakit-di-jakarta-kena-serangan-ransomware-wannacry

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5798560/pengertian-hukum-menurut-para-ahli-dan-penggolongannya

https://bapenda.jabarprov.go.id/2017/11/07/pengertian-cyber-crime-dan-cyber-law/

Digital Privacy & Communication (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Privacy & Communication ?

Digital Privacy & Communication adalah gagasan bahwa individu harus memiliki kebebasan, atau hak, untuk mengomunikasikan informasi secara digital dengan harapan bahwa komunikasi mereka aman. Artinya pesan dan komunikasi hanya dapat diakses oleh pengirim yang dituju.


Contoh Kasus

Viral soal Pencurian Data dari Penjualan Online, Bagaimana Kronologi Lengkapnya?

Sebuah unggahan terkait kronologi kasus pencurian data secara online viral di media sosial Twitter, Sabtu (17/10/2020).

Dalam unggahannya @regafrilian mengungkapkan detail kronologis pencurian data yang terjadi.

Awal mula kasus pencurian data itu, imbuh pengguna Twitter bernama Rega A.Sungkawa tersebut bermula ketika dirinya memasang iklan di salah satu platform iklan baris di Indonesia.

Kepada Kompas.com, Rega bercerita bahwa kejadian tersebut dialaminya pada Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

"Jadi awalnya saya pasang iklan di OLX mau menjual mesin motor saya. Dari situ saya dapat notifikasi dari aplikasi OLX kalau ada yang ngecek profil saya di OLX," kata Rega, Minggu (18/10/2020).

Rega kemudian berinisiatif untuk menghubungi orang yang mengecek profilnya. Ternyata orang tersebut merespons, dan menghubungi Rega melalui aplikasi WhatsApp.

"Dia nanya 'Nett-nya berapa?', saya jawab kan nett-nya Rp 4,8 juta. Saya buka harga itu Rp 5 juta. Dia kemudian tanya, 'Bisa kirim ke Lampung enggak?', saya jawab bisa," kata Rega.

Dia kemudian meminta alamat lengkap dari orang tersebut, dan mengecek ongkos kirim untuk mengirim barang ke alamat orang itu.

"Udah deal kan itu. Dia kemudian minta nomor rekening, ya udah saya kirim nomor rekening saya. Nah, udah saya kirim nomor rekening, dia kemudian minta foto KTP, katanya biar sama-sama percaya," kata Rega.

Pada saat itu, karena menurutnya transaksi yang akan dia lakukan melibatkan nominal yang cukup besar, maka Rega percaya dan mengirimkan foto KTP beserta foto selfie-nya.

"Dia duluan yang kirim foto KTP sama foto selfie. Ya udah saya kirim balik foto KTP saya, foto selfie saya, sama foto saya selfie sambil pegang KTP," kata Rega.

Setelah itu, Rega mengatakan, orang itu memintanya untuk mengirimkan foto barang beserta foto kartu ATM miliknya.

"Saya mikirnya gini, kalau di beberapa kartu ATM lama itu kan tertera nomor rekeningnya. Nah, saya mikirnya dia mau nyocokin nomor rekening yang saya kasih dengan kartu yang saya pegang. Ya udah saya kirim," kata Rega.

Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 01.30 WIB, Rega mengatakan, orang itu kemudian mengirimkan tangkapan layar dari sebuah aplikasi, yang menyebut bahwa uang sudah ditransfer ke rekeningnya.

"Selang beberapa menit dia telepon. Dia menanyakan apakah saya menerima SMS dari 69888. 'Tolong sebutin kodenya gan' kata dia," ujar Rega. "Saya kemudian mikir 'Lah, transfer uang ngapain pakai kode'. Akhirnya saya paham, 'Oh ini orang nipu'. Dia mau pakai 16 digit angka di kartu ATM saya untuk transaksi. Jadi uang saya bisa kena tuh Rp 5 juta sama dia kalau saya kasih kode OTP-nya," katanya melanjutkan.

Menyadari hal itu, Rega kemudian mengisengi penipu itu.

Dia memberikan kode OTP yang salah selama tiga kali berturut-turut, hingga akhirnya penipu itu meneleponnya lagi.

"Dia ngomong begini 'Gan, tolong capture kodenya dong. Biar saya bisa bayar ini' Ya udah langsung saya tembak aja 'Aduh gan, mohon maaf nih, kalau saya kasih kode nanti uang saya Rp 5 juta ilang. Udah deh enggak usah nipu-nipu," kata Rega.

"Saya hina-hina sambil nasihatin gitu. Saya inget banget bilang 'Mas, ini tuh zaman emang lagi susah. Malulah sama keluarga, malu sama anak, masa dikasih uang haram. Mau didik anaknya jadi penipu juga? Udahlah tobat, semoga dapat hidayah," katanya melanjutkan.

Dari percakapan telepon itu, Rega mengetahui bahwa ternyata foto selfie dan KTP yang dikirimkan oleh penipu itu kepadanya merupakan foto dari orang yang bernasib sama seperti dirinya.

Rega menyebut, dalam foto KTP yang dikirim kepadanya, tertera nama Nasihudin dan beralamat di daerah Lampung.

"Dia bilang begini ke saya 'Asal mas tahu ya, KTP yang saya kirim itu punya orang yang saya tipu juga. Jadi mas enggak akan tahu siapa aslinya saya, saya tinggal di mana. Karena apa? Saya udah dapat foto profile mas, saya udah dapat foto selfie-nya mas juga. Jadi saya tinggal melakukan hal kayak gini ke orang lain pake nama mas'," kata Rega.

Tidak berhenti sampai di situ, penipu itu juga mengancam akan menggunakan data pribadi Rega untuk melakukan transaksi atas namanya, dan juga mengajukan pinjaman online atas namanya.

"Dia bilang lagi ke saya, 'Asal mas tahu ya, si Nasih ini orangnya udah dipenjara sekarang. Karena apa? Dia kena pasal penipuan dan segala macem. Tinggal tunggu aja giliran mas yang kena'. Penipu itu mengancam saya seperti itu," kata Rega.

Setelah percakapan telepon itu berakhir, Rega kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polres Jakarta Selatan. Namun, karena belum ada kerugian materi yang terjadi, maka polisi mengatakan bahwa kasus itu belum bisa diusut.

Oleh petugas, Rega disarankan untuk mengamankan bukti-bukti percakapannya dengan penipu itu, sehingga kelak bisa digunakan untuk membuat laporan jika ada kasus penipuan, atau transaksi yang mengatasnamakan dirinya.

"Setelah itu saya buat twit tentang kejadian itu. Pertama, agar orang-orang tahu, kalau ada transaksi yang mengatasnamakan saya, itu bukan saya. Kedua, sharing ke orang-orang agar kejadian serupa enggak terulang," kata Rega.

Belajar dari pengalamannya, Rega membagikan beberapa kiat untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa.


Pendapat Ahli

1. Dibyo Hartono Menyatakan Privasi adalah sebuah tingkatan interaksi atau keterbukaan pada orang lain yang diizinkan oleh seseorang pada situasi atau kondisi tertentu.


2. Amos Rapoport Menyatakan Privasi adalah sebuah kemampuan guna mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan serta kemampuan untuk mengapai interaksi yang kita mau.

3. Menurut James A. F. Stoner, pengertian komunikasi adalah suatu proses pada seseorang yang berusaha untuk memberikan pengertian dan informasi dengan cara menyampaikan pesan kepada orang lain.

4. Menurut Anderson, pengertian Komunikasi adalah rangkaian langkah serah terima maksud yang terjadi dengan dinamis serta konstan berubah sesuai dengan kondisi yang berlaku.


Pendapat Pro

Sebagai warga digital kita harus lebih berhati-hati ketika ada seseorang meminta data pribadi kita karena jika seseorang mendapatkan data pribadi kita maka orang tersebut dapat melakukan apa saja dengan memakai identitas kita.


Pendapat Kontra

Warga digital yang dengan cerobohnya langsung memberikan data pribadinya kepada orang lain memang pantas mendapatkan penderitaannya sehingga dia sendirilah yang harus mengurus masalahnya sendiri.











Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_privacy#:~:text=In%20the%20context%20of%20digital%20privacy%2C%20communication%20privacy%20is%20the,to%20the%20sender's%20original%20intended

https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/18/193000665/viral-soal-pencurian-data-dari-penjualan-online-bagaimana-kronologi?page=all

https://pengajar.co.id/privasi-adalah/

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3877665/proses-komunikasi-dan-pengertiannya-menurut-para-ahli

Digital Access (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Access ?

Digital access adalah kemampuan untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat digital. Ini termasuk akses ke alat dan teknologi, seperti Internet dan komputer, yang memungkinkan partisipasi penuh. Keterbukaan dan kesempatan yang diberikan kepada warga negara yang lebih terbuka di dunia digitalisasi. Dimana teknologi menawarkan efisiensi yang lebih efektif dan efisien.

Contoh Kasus Digital Access

Minimnya Akses Internet Jadi Kendala Pembelajaran Daring di Daerah Terpencil

Dunia pendidikan mengalami perubahan sejak adanya pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka antara guru dan murid diganti dengan pembelajaran secara daring. Implementasi pembelajaran jarak jauh antara guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Ismiyati (55) Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Tuksongo yang berlokasi di Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringasurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengungkapkan, lokasi tempat ia mengajar terpencil dan jauh dari jalan raya, lokasi sekolah berjarak sekitar 10 Kilometer dari Kecamatan Pringsurat dengan akses jalan melewati perbukitan. Jaringan internet yang minim menjadi kendala untuk melaksanakan KBM secara daring.

“Belum ada jaringan internet yang memadai, kalau mau melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara daring kami masih mengalami kesulitan,” ungkapnya saat ditemui Tim Media Center, Kamis (13/08/2020).

Ismiyati mengungkapkan, saat ini ia beserta 7 orang tenaga pendidik lainya memanfaatkan jaringan internet dari sekolah lain yang jaraknya kurang lebih 1 Kilometer dari sekolah tempat mereka mengajar.

“Saat ini masih nebeng (ikut menggunakan) internet di SD lain, yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer dari sekolah kami. Di tempat kami hanya ada salah satu jaringan provider saja yang terkadang bisa digunakan untuk akses internet, tapi kalau terkendala cuaca sinyalnya sering hilang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini ada 54 siswa di sekolahnya. Semenjak adanya pandemi Covid-19, KBM dilakukan dengan mengumpulkan beberapa siswa di beberapa titik lokasi dengan jumlah tiap kelompok 5 sampai 10 siswa dengan jadwal pembelajaran 2 kali dalam 1 minggu. Hal ini dilakukan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung yang menerapkan pembatasan maksimal 18 orang per kelompok.

“Kita datangi tiap kelompok untuk memberikan penjelasan kepada siswa. Sementara kami tidak memberikan tugas terlalu banyak kepada siswa karena terkadang wali murid ada yang mengeluh saat diberi tugas terlalu banyak,” ungkapnya.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, akses internet dibutuhkan untuk mengirim data seperti DAPODIK yang dilakukan secara online, akan tetapi semenjak adanya pandemi akses internet semakin dibutuhkan untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara daring.

Ismiyati menambahkan, saat ini sekolahnya sedang mengajukan permohonan pemasangan jaringan internet ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Temanggung

“Sebelumnya kami mengakses internet dengan menggunakan kuota namun dengan keadaan dana BOS yang minim karena jumlah siswa kita yang sedikit kami berisiatif untuk mengajukan pemesangan internet di ke Dinkominfo, ” pungkasnya.

Pendapat Para Ahli

1. Menurut Gunawan (2012:4) Akses informasi adala sistem berbasis komputer yang menggabungkan sistem inforamsi akuntansi dan sistem padat pengetahuan dalam memberikan iformasi yang berkualitas dan pengetahuan yang memadai.

2. Menurut Jeager, Burnett dan Thompson (2011:14) dalam jurnal Kadek Indah Ratnaningsih I Gusti Ngurah Agung Suaryana (2014:18) akses informasi adalah termasuk akses terhadap struktur fisik yang mengandung informasi, struktur elektronik yang berisi informasi dan 
panduan dalam memperoleh informasi.

3. Menurut Depkominfo, akses informasi adalah kemudahan yang diberikan kepada seseorang atau masyarakat untuk memperoleh informasi publik yang dibutuhkan.


Pendapat Pro
Pemerintah seharusnya membangun fasilitas internet untuk desa-desa terpencil karena internet dibutuhkan dalam pembelajaran daring. Tanpa internet desa-desa tersebut akan sulit melaksanakan pembelajaran daring yang mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar.

Pendapat Kontra
Membangun fasilitas internet di desa-desa terpencil membutuhkan biaya. Jadi harap dimaklumi kalau desa-desa tersebut terlambat dalam mendapatkan akses internet.






Sumber :

http://laurabiancoedtech.weebly.com/digital-access.html

https://penerbitbukudeepublish.com/kewarganegaraan-digital/

https://mediacenter.temanggungkab.go.id/berita/detail/minimnya-akses-internet-jadi-kendala-pembelajaran-daring-di-daerah-terpencil

https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2025/8/12.%20UNIKOM_AZHAR%20HADI_BAB%20II.pdf

https://text-id.123dok.com/document/rz3nw87eq-pengertian-akses-informasi-akses-informasi.html

Digital Downtime (Pengertian, Contoh Kasus, Pendapat Ahli, dan Pro Kontra)

Apa Itu Digital Downtime ?

Smartphone dan media sosial telah mengubah kehidupan anak-anak Anda dan sering kali berfungsi sebagai pengganti palsu untuk koneksi manusia.  Remaja perlu diingatkan untuk memutuskan hubungan dari dunia digital dan menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga secara tatap muka untuk mengembangkan keterampilan sosial penting yang diperlukan untuk masa dewasa.  Manfaatkan aplikasi dan perangkat yang dimaksudkan untuk membantu orang tua mengelola waktu pemakaian perangkat dan membatasi akses ke aplikasi. Dengan kata lain digital downtime adalah aturan yang dibuat untuk mencegah kecanduan hidup dalam dunia digital dan lebih fokus ke kehidupan nyata.


Contoh Kasus

Alasan Ilmiah Kenapa Orang Kecanduan Gadget dan Jadi Phubbing

Phubbing, istilah untuk orang yang lebih fokus main gadget dan tidak mempedulikan sekitarnya, semakin umum terjadi dan mulai mengkhawatirkan. Ternyata ada alasan ilmiah kenapa seseorang menjadi phubbing.

Dikutip dari Science Daily, Rabu (11/8/2021) istilah ini berasal dari bahasa Inggris phone snubbing yang berarti sikap mengabaikan seseorang yang berinteraksi dengan kita karena perhatiannya lebih tertuju pada ponsel.

Meski hal ini mungkin terlihat sebagai hal biasa, berdasarkan studi terbaru di University of Georgia, phubbing dapat berdampak serius pada hubungan, dan ada berbagai faktor yang dapat mendorong individu mengabaikan mereka demi layar gadget.

Studi ini mengungkapkan hubungan positif antara depresi dan kecemasan sosial pada peningkatan phubbing. Menurut studi tersebut, orang yang depresi cenderung lebih sering melakukan phubbing kepada lawan bicaranya, dan orang yang cemas secara sosial, yang mungkin lebih memilih interaksi sosial secara online ketimbang komunikasi tatap muka, mungkin juga menunjukkan lebih banyak perilaku phubbing. Ciri-ciri kepribadian seperti neurotisisme juga mempengaruhi perilaku phubbing.

"Dan tentu saja, beberapa orang yang memiliki kecemasan sosial atau depresi yang tinggi lebih cenderung kecanduan smartphone mereka," kata Juhyung Sun, penulis utama makalah ini yang menyelesaikan gelar masternya dalam studi komunikasi di University of Georgia.

Menurutnya, perilaku phubbing menunjukkan sejumlah wawasanmendasar tentang bagaimana teknologi mengganggu interaksi sosial.

"Saya mengamati begitu banyak orang menggunakan ponsel mereka saat mereka sedang duduk bersama teman-teman di kafe, kapan pun waktu makan, terlepas dari jenis hubungan mereka," kata Sun.

Dia pertama kali mempertimbangkan beberapa alasan negatif di balik phubbing antara lain kecanduan smartphone dan terkait kebiasaan untuk terus-menerus membaca notifikasi yang muncul di layar gadget.

"Orang-orang sangat sensitif terhadap notifikasi mereka. Dengan setiap getar atau suara, kita secara sadar atau tidak sadar akan langsung melihat ponsel kita," katanya.

Sun mencatat, utilitas perangkat yang luas di seluruh aplikasi, mulai dari fungsi prediksi cuaca hingga berita terkini, adalah pendorong utama yang menciptakan dinamika ini.

Temuan lain dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa individu dengan kepribadian menyenangkan menunjukkan perilaku phubbing lebih rendah. Orang dengan ciri kepribadian ramah cenderung menunjukkan perilaku kooperatif, sopan, dan ramah dalam hubungan interpersonal dan pengaturan interaksi sosial mereka.

"Mereka memiliki kecenderungan tinggi untuk menjaga keharmonisan sosial sambil menghindari pertengkaran yang dapat merusak hubungan mereka. Dalam percakapan tatap muka, orang-orang dengan tingkat keramahan yang tinggi menganggap phubbing adalah perilaku yang kasar dan tidak sopan kepada lawan bicara mereka," jelas Sun.

Jennifer Samp, profesor di University of Georgia Franklin College of Arts and Sciences departemen studi komunikasi dan pembimbing Sun dalam penelitian ini mengatakan dirinya percaya bahwa tindakan phubbing mungkin memiliki implikasi lebih besar setelah publik dalam kelompok lebih besar bisa kembali ke berinteraksi tatap muka secara lagsung setelah pandemi mereda.

"Orang-orang sangat bergantung pada ponsel dan teknologi lain untuk tetap terhubung selama pandemi. Bagi banyak orang, tetap terhubung melalui chat dan video lebih nyaman daripada interaksi tatap muka. Akankah orang-orang, terutama yang memiliki kecemasan, masih akan berperilaku phubbing ketika bisa bertemu lagi secara fisik? Waktu yang akan menjawabnya," tutupnya.


Pendapat Ahli

Menurut psikolog Ketty Murtini hal ini rentan menyebabkan sejumlah masalah bagi kesehatan mental, seperti rasa kesepian dan stres "Hal ini menyebabkan berkurangnya intensitas interaksi dengan orang lain sehingga rentan membuat seorang individu merasa bosan atau bahkan mengalami stres," kata psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto, Jawa Tengah, Ketty Murtini.


Pendapat Pro

Setiap orang seharusnya memang lebih berfokus hidup kepada kehidupan nyata dibanding kehidupan digital karena kehidupan nyata lebih memberikan pengalaman hidup yang nyata seperti dapat berinteraksi dengan orang lain lebih lancar dan dapat membangun hubungan dengan orang lain lebih jelas.


Pendapat Kontra

Setiap orang tidak selalu memiliki banyak hubungan dengan orang lain di kehidupan nyata sehingga mereka mencarinya di dunia digital, lagipula memiliki banyak relasi di kehidupan digital tentunya tidak membuat orang tersebut kesepian.





Sumber:

https://safesitter.org/digital-citizenship/

https://inet.detik.com/science/d-5678290/alasan-ilmiah-kenapa-orang-kecanduan-gadget-dan-jadi-phubbing

https://www.suara.com/health/2021/10/12/223500/psikolog-kurang-interaksi-sosial-bikin-orang-rentan-stres-di-masa-pandemi

Pre Test Praktikum Komputasi Big Data

Pre Test Minggu 1 Sebuah nilai yang menggambarkan keeratan hubungan atau nilai kekuatan hubungan dan arah hubungan dari dua variabel disebu...